Dua kata yang selalu menjadi perdebatan yang tak pernah berakhir sepanjang manusia indonesia mayoritas masih bodoh dan melarat.
RAMADHAN DAN SISTEM EKONOMI HARGA AKTUAL TERPADU ( SEHAT )
Keindahan bulan Ramadahan selalu punya makna dan kenangan yang mendalam, dan kesedihan akan merentang nurani ketika bulan itu usai, karena Ramadhan selalu saja menjadi bulan yang dirindukan kedatangannnya. Ramadhan tidak hanya dalam hitungan angka dalam perolehan rizki akhirat pada setiap manusia dalam melakukan kebajikan, karena adanya penggandaan terhadap apa yang dilakukannya sepanjang hal itu berujung pada kebaikan. Keterusikan bagi yang menjalankan ibadah shiyam dibulan ramadhan selalu muncul dan itu menyangkut kehidupan duniawi, yang menyangkut soal harga kebutuhan pokok terlebih menjelang Iedul Fitri. Layaknya manusia yang hidup dalam kebahagiaan menyambut ramadhan, seharusnya kenaikan harga tidak menjadi pemicu keterusikan ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dalam menjalan ibadah dibulan yang penuh berkah ini. Namun sebuah bahasa yang sudah menjadi legenda selalu muncul ” SUDAH TRADISI”.
Kenaikan Harga VS Peningkatan Nilai Ibadah
Pertanyaan yang selalu muncul, apakah pemerintah tidak bisa melakukan penakanan harga ?, yang tentu saja nilai manfaatnya bukan saja untuk masyarakat, terutama untuk masyarakat kalangan bawah, namun juga menyangkut nilai - nilai ILLAHIAH, dimana kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah mempunyai dua sisi yang sangat fundamental yaitu HUBUNGAN TERHADAP TUHAN ATAS KEBIJAKANNYA YANG MEMPUNYAI NILAI TAMBAH BAGI KEBERKAHAN PEMERINTAH YANG DIJALANKANNYA DAN NILAI DIMATA MASYARAKAT BAHWA PEMERINTAH PERDULI PADA MASYARAKATNYA.
Pemerintah dengan segala kebijakannya tentu bisa, karena masalah yang mendasar adalah BUKAN BISA ATAU TIDAK BISA NAMUN MAU ATAU TIDAK MAU, KARENA DENGAN ADANYA KEMAUAN MAKA PEMERINTAH MEMPUNYAI KEMAMPUAN AKHIRNYA PEMERINTAH PASTI BISA.
Bagaimana caranya ?, sebuah pertanyaan muncul untuk melakukan hal tersebut, kalaupun dalam bulan ramadhan hukum ekonomi berlaku yang namanya hukum permintaan dan kebutuhan, namun pemerintah mempunyai apa yang namanya kapasitas dan kualitas seperti yang disebutkan diatas, bahwa PEMERINTAH INDONESIA BISA. Cara yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan PROGRAM SEHAT ( SISTEM EKONOMI HARGA AKTUAL TERPADU ), dimana pemerintah melakukan apa yang namanya TRANSFERING OF COSTING SYSTEM ( pengalihan resiko pembiayaan ) terhadap harga - harga yang ada dengan kebijakan - kebijakan yang sifatnya mendasar.
Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam bulan ramadhan akhirnya menghasilkan apa yang dinamakan sehat akhirat dan sehat dunia, sehingga menghasilkan keberkahan dan doa dari seluruh masyarakat yang dierdulikan oleh masyarakat, dan masyarakatpun perduli terhadap pemerintah.
Semoga saja tulisan ini membawa berkah untuk kita semua, baik masyarakat dan pemerintah, Amiiin.
Awaluddin MADJID, RUMAH USAHA INDONESIA.
UNTUK MASYARAKAT DAN NEGERIKU INDONESIA
TAK ADA YANG TAK MUNGKIN
KEMAUAN DAN KEMAMPUAN
( SEMINAR BERWIRAUSAHA DENGAN MODAL DARI GAJI SEBAGAI KARYAWAN )
TUHAN TAK AKAN MERUBAH SUATU KAUM, KETIKA KAUM ITU TAK MAU MENGUBAHNYA ( QS11:13), ini adalah KALAM ILLAHI yang 1000000000000000 PASTI BENAR,TEPAT DAN PAS. Tuhan selalu memberi jalan pada umat manusia ketika ia mau berusaha untuk mewujudkan impian, harapan dan asa manusia, selama manusia bekerja keras yang pastinya juga disertai dengan doa yang tiada henti dan berkeputusan karena doa dan usaha harus sejalan.TAK ADA YANG TAK MUNGKIN, Saya bisa bercerita karna saya banyak mengalami dan melakukannya, dan yang baru saja terjadi adalah pelaksanaan SEMINAR "BERWIRAUSAHA DENGAN MODAL DARI GAJI SEBAGAI KARYAWAN" Modalnya adalah semangat dan keberanian dicampur NEKAT, bagaimana tidak kami baru berkumpul selama sebulan, tiba - tiba ada ide untuk mengadakan seminar, modal dana???, nggak ada wong kita juga baru kumpul, kalaupun ada itu berupa dana bantingan, yang ada dalam istilah kami berupa patungan, yang tidak mungkin mengkover semua dana pelaksanaan seminar. Kalam Ilahi adalah punya makna dalam pembuktian dikehidupan manusia dan itu nyata, namun saya dan juga kebanyakan manusia sering tidak mempercayainya, bahwa itu terbukti dengan benar, tepat dan pas.Ada tiga hal yang menjadi landas pijak manusia ketika usaha dan upaya manusia dilakukan guna mencapai tujuannya, yang pertama NIAT, adalah KEMAUAN YANG DIMILIKI OLEH MANUSIA UNTUK APA IA MELAKUKAN KEMAUANNYA, yang kedua adalah CARA YANG IDMERUPAKAN BAGAIMANA IA MELAKUKANNYA, APAKAH DENGAN CARA YANG BENAR DAN TEPAT SESUAI DENGAN KAEDAH DAN NILAI - NILAI AGAMA DAN HUKUM SERTA NORMA YANG LAINNYA.Sedangkan yang terakhir adalah TUJUAN, apa TUJUAN MANUSIA MENJALANKAN NIAT DAN CARA YANG DILAKUKAN, APAKAH KARNA TUHAN ATAU FAKTOR YANG LAINNYA, ketika Tuhan menjadi tujuan, maka semua kemudahan dan berkah - Nya akan datang.Niat, cara dan tujuan adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan,ketiganya memberi sinergi satu dengan yang lainnya, serta harus dilakukan dengan benar, pas dan tepat ketika kita mengharapkan sebuah hasil yang baik, maka kerja dalam kebersamaan merupakan satu hal keharusan dan kebersamaan bisa muncul ketika saling hidup dan menghidupkan, mengerti dalam satu pemahaman terhadap sebuah nilai, yang berlebih mau memberi, yang kurang mau menerima kekurangannya, karena kesuksesan tak pernah lahir dengan sendirinya,karena sukses adalah kerja team dan itulah nilai sebuah kebersamaan dalam silaturahmi, dan Tuhan senang ketika orang menjaga tali silaturahmi.SEBUAH PILIHAN
Hidup adalah pilihan, apapun bentuknya termasuk tidak memilih dari berbagai pilihan yang ada, namun yang jelas dan pasti, keberanian untuk mencoba dan melakukan lebih baik daripada tidak mencoba dan melakukannya, dan itulah yang kami lakukan ketika untuk mengadakan seminar, ketika dikatakan bahwa pilihan itu 'GILA", kami harus mengakuinya ya, itulah pilihan "GILA", dan satu hal yang tidak mungkin, ketika pilihan itu sudah dilaksanakan kita katakan 'MUNDUR" dan itulah sebuah resiko pilihan yang dilakukan. Kita tak pernah tahu apa yang terjadi kedepan, karena itu MUTLAK HAKNYA TUHAN, yang bisa kita lakukan adalah berpikir dan berprasangka positif, karena Tuhan mengikuti prasangka hamba - hamba - Nya. Pertanyaannya, kenapa KAMI PUNYA KEBERANIAN, PEMIKIRAN DAN PERSEPSI YANG SAMA TERHADAP SEBUAH PILIHAN????, mengadakan seminar, pada kenyataannya kita punya latar belakang yang berbeda dan baru kenal!!!!!!!, muncul pertanyaan lain, APAKAH INI SUATU KEBETULAN ????!!!!!, saya katakan bahwa ini bukan kebetulan. karena semua kejadian yang ada didunia ini '" SUDAH TETULIS DAN DITULISKAN OLEH YANG MAHA KUASA DI ARSNYA", pada sisi lain RASA, PEMIKIRAN,AKTUALISASI RASA DAN PIKIRAN MERUPAKAN ENERGI YANG BERUPA ETER YANG AKAN BERGABUNG DENGAN KOMUNITASNYA DAN ITU SUDAH HUKUM ALAM, DAN ITULAH KAMI.Kalau kami tidak stress dan bingung berarti tidak normal, rasa dan sikap kami mengalami hal itu dan itu adalah kewajaran, namun kami menyikapinya dengan rasa optimis, dengan berpedoman pada " TIADA BALAS KEBAIKAN SELAIN KEBAIKAN PULA " (QS,AR RAHMAN : 55 : 60 )HANYA KEYAKINAN ITU YANG KAMI PUNYA, KARENA APA YANG KAMI LAKUKAN ADALAH NILAI KEMANFAATAN UNTUK MANUSIA SEBAGAI APLIKASI DARI MAHLUK TUHAN YANG KESEMUANYA KEMBALI PADANYA.
Seminar, merupakan sebuah upaya untuk mengumpulkan orang banyak agar acara tersebut sukses, baik dari segi finansial, pencitraan atau keberlanjutan dari pelaksana seminar dan hal yang lainnya. Pilihan yang ada, merupakan keniscayaan, hasil tergantung pada YANG MAHA KUASA, namun KEMAUAN DAN KEMAMPUAN yang disertai dengan NIAT, CARA DAN TUJUAN ADALAH ENERGI YANG MEMBERI KEKUATAN PADA KAMI UNTUK MEMPERSATUKAN RASA, PIKIRAN, DAN KERJA.SUKSESNYA DALAM KEBERSAMAAN
Sukses tak pernah lahir dengan sendirinya, dia lahir karena ada kebersamaan dalam rasa, pikiran dan tindakan itulah yang menjadikan KAMI SEBAGAI"TEAM" SEHINGGA APA YANG KAMI HARAPKAN DAPAT TERWUJUD YANG TENTUNYA BERKAT RIDLO TUHAN YANG MAHA KUASA.Dan yang jelas kerja kami belum selesai karena masih banyak PR yang harus kami kerjakan, dan ini sebuah langkah yang pertama untuk mewujudkan langkah - langkah selanjutnya. SEMOGA SAJA YANG KAMI KERJAKAN MEMPUNYAI KEMANFAATAN BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA, AMIIIIIN.
FOR YOU ALL THE BEST.
KILAS BALIK PERJALAN KOMUNITAS BERKARIER DAN BERWIRAUSAHA