Berkarier & Berwirausaha
Bisakah Kita Berkarir sekaligus Berwirausaha....?
Dua kata yang selalu menjadi perdebatan yang tak pernah berakhir sepanjang manusia indonesia mayoritas masih bodoh dan melarat.
A. Ah... bukankah wiraswasta itu lebih enak karena bebas ngatur, bebas memerintah, bebas memilih waktu libur, bebas mengembangkan ide dan skill, pokoknya bebas segalanya....
B. Yeee.... Enakan kerja diperusahaan yg besar, dapat tunjangan rumah, tunjangan mobil, tunjangan kesehatan, tunjangan asuransi, jamsotek, tiap bulan gaji tidak berkurang dan akhir tahun akan dapat bonus berlipat2, lebaran dapat THR, setiap tahun ada kenikan gaji dan kenaikan2 yang lainya dan setersunya dan seterusnya.
Kira-kira 2 pendapat diatas merupakan pendapat, tuduhan, ocehan, dan kalimat syukur yang selalu diucapakan dan diyakini oleh 2 kubu yang pro maupun yang anti terhadap pekerja maupun pedagang ( wiraswasta.
Nah... pada kesempatan ini kira kira yang dapat dan cocok kita jalani yang mana...? apakah yang A atau mungkin kita udah manteb dan bahkan udah kita geluti selama 20 th lebih untuk yang B.
Apakah 2 bagian diatas harus dipertentangkan....? Adkah keinginan kita untuk memadukan alias memixing 2 bagian tersebuat agar benar2 bisa senyawa dan menjadi satau bagian yang dapat kita pelajari, rencanakan, jalani praktekan sehingga menjadi karakter kita sebagai manusia yang ingin punya kebebasan yang bertanggung jawab.
1. Bagaimana cara mecampur dan mengaduk agar benar2 senyawa dan bisa menjadi karakter hidup kita kedepan.....?
2. Apa saja kira2 kendala yg akan kita hadapi dalam mencampur...?
3. Persiapan apa aja yg harus kita sediakan agar kita dpat dg tanggunh dan bertenaga dalam mengaduk2 bagian tersebut...?
4. Silahkan dilanjutkan
5. monggo diisi bagi yang ingin iseng menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri
Mungkin disituasi krisis yang nggak tahu kapan akan berakhir sekarang ini, nggak ada slahnya kalo kita meluangkan waktu sedikit dan mengasah naluri kita untuk menjadi manusia yang lebaih berguna lagi.
Ayo.... kita teruskan diskusi Pekerja VS Wirausaha.
RAMADHAN DAN SISTEM EKONOMI HARGA AKTUAL TERPADU ( SEHAT )
Keindahan bulan Ramadahan selalu punya makna dan kenangan yang mendalam, dan kesedihan akan merentang nurani ketika bulan itu usai, karena Ramadhan selalu saja menjadi bulan yang dirindukan kedatangannnya. Ramadhan tidak hanya dalam hitungan angka dalam perolehan rizki akhirat pada setiap manusia dalam melakukan kebajikan, karena adanya penggandaan terhadap apa yang dilakukannya sepanjang hal itu berujung pada kebaikan. Keterusikan bagi yang menjalankan ibadah shiyam dibulan ramadhan selalu muncul dan itu menyangkut kehidupan duniawi, yang menyangkut soal harga kebutuhan pokok terlebih menjelang Iedul Fitri. Layaknya manusia yang hidup dalam kebahagiaan menyambut ramadhan, seharusnya kenaikan harga tidak menjadi pemicu keterusikan ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dalam menjalan ibadah dibulan yang penuh berkah ini. Namun sebuah bahasa yang sudah menjadi legenda selalu muncul ” SUDAH TRADISI”.
Kenaikan Harga VS Peningkatan Nilai Ibadah
Pertanyaan yang selalu muncul, apakah pemerintah tidak bisa melakukan penakanan harga ?, yang tentu saja nilai manfaatnya bukan saja untuk masyarakat, terutama untuk masyarakat kalangan bawah, namun juga menyangkut nilai - nilai ILLAHIAH, dimana kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah mempunyai dua sisi yang sangat fundamental yaitu HUBUNGAN TERHADAP TUHAN ATAS KEBIJAKANNYA YANG MEMPUNYAI NILAI TAMBAH BAGI KEBERKAHAN PEMERINTAH YANG DIJALANKANNYA DAN NILAI DIMATA MASYARAKAT BAHWA PEMERINTAH PERDULI PADA MASYARAKATNYA.
Pemerintah dengan segala kebijakannya tentu bisa, karena masalah yang mendasar adalah BUKAN BISA ATAU TIDAK BISA NAMUN MAU ATAU TIDAK MAU, KARENA DENGAN ADANYA KEMAUAN MAKA PEMERINTAH MEMPUNYAI KEMAMPUAN AKHIRNYA PEMERINTAH PASTI BISA.
Bagaimana caranya ?, sebuah pertanyaan muncul untuk melakukan hal tersebut, kalaupun dalam bulan ramadhan hukum ekonomi berlaku yang namanya hukum permintaan dan kebutuhan, namun pemerintah mempunyai apa yang namanya kapasitas dan kualitas seperti yang disebutkan diatas, bahwa PEMERINTAH INDONESIA BISA. Cara yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan PROGRAM SEHAT ( SISTEM EKONOMI HARGA AKTUAL TERPADU ), dimana pemerintah melakukan apa yang namanya TRANSFERING OF COSTING SYSTEM ( pengalihan resiko pembiayaan ) terhadap harga - harga yang ada dengan kebijakan - kebijakan yang sifatnya mendasar.
Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam bulan ramadhan akhirnya menghasilkan apa yang dinamakan sehat akhirat dan sehat dunia, sehingga menghasilkan keberkahan dan doa dari seluruh masyarakat yang dierdulikan oleh masyarakat, dan masyarakatpun perduli terhadap pemerintah.
Semoga saja tulisan ini membawa berkah untuk kita semua, baik masyarakat dan pemerintah, Amiiin.
Awaluddin MADJID, RUMAH USAHA INDONESIA.
UNTUK MASYARAKAT DAN NEGERIKU INDONESIA
TAK ADA YANG TAK MUNGKIN
KEMAUAN DAN KEMAMPUAN
( SEMINAR BERWIRAUSAHA DENGAN MODAL DARI GAJI SEBAGAI KARYAWAN )
TUHAN TAK AKAN MERUBAH SUATU KAUM, KETIKA KAUM ITU TAK MAU MENGUBAHNYA ( QS11:13), ini adalah KALAM ILLAHI yang 1000000000000000 PASTI BENAR,TEPAT DAN PAS. Tuhan selalu memberi jalan pada umat manusia ketika ia mau berusaha untuk mewujudkan impian, harapan dan asa manusia, selama manusia bekerja keras yang pastinya juga disertai dengan doa yang tiada henti dan berkeputusan karena doa dan usaha harus sejalan.TAK ADA YANG TAK MUNGKIN, Saya bisa bercerita karna saya banyak mengalami dan melakukannya, dan yang baru saja terjadi adalah pelaksanaan SEMINAR "BERWIRAUSAHA DENGAN MODAL DARI GAJI SEBAGAI KARYAWAN" Modalnya adalah semangat dan keberanian dicampur NEKAT, bagaimana tidak kami baru berkumpul selama sebulan, tiba - tiba ada ide untuk mengadakan seminar, modal dana???, nggak ada wong kita juga baru kumpul, kalaupun ada itu berupa dana bantingan, yang ada dalam istilah kami berupa patungan, yang tidak mungkin mengkover semua dana pelaksanaan seminar. Kalam Ilahi adalah punya makna dalam pembuktian dikehidupan manusia dan itu nyata, namun saya dan juga kebanyakan manusia sering tidak mempercayainya, bahwa itu terbukti dengan benar, tepat dan pas.Ada tiga hal yang menjadi landas pijak manusia ketika usaha dan upaya manusia dilakukan guna mencapai tujuannya, yang pertama NIAT, adalah KEMAUAN YANG DIMILIKI OLEH MANUSIA UNTUK APA IA MELAKUKAN KEMAUANNYA, yang kedua adalah CARA YANG IDMERUPAKAN BAGAIMANA IA MELAKUKANNYA, APAKAH DENGAN CARA YANG BENAR DAN TEPAT SESUAI DENGAN KAEDAH DAN NILAI - NILAI AGAMA DAN HUKUM SERTA NORMA YANG LAINNYA.Sedangkan yang terakhir adalah TUJUAN, apa TUJUAN MANUSIA MENJALANKAN NIAT DAN CARA YANG DILAKUKAN, APAKAH KARNA TUHAN ATAU FAKTOR YANG LAINNYA, ketika Tuhan menjadi tujuan, maka semua kemudahan dan berkah - Nya akan datang.Niat, cara dan tujuan adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan,ketiganya memberi sinergi satu dengan yang lainnya, serta harus dilakukan dengan benar, pas dan tepat ketika kita mengharapkan sebuah hasil yang baik, maka kerja dalam kebersamaan merupakan satu hal keharusan dan kebersamaan bisa muncul ketika saling hidup dan menghidupkan, mengerti dalam satu pemahaman terhadap sebuah nilai, yang berlebih mau memberi, yang kurang mau menerima kekurangannya, karena kesuksesan tak pernah lahir dengan sendirinya,karena sukses adalah kerja team dan itulah nilai sebuah kebersamaan dalam silaturahmi, dan Tuhan senang ketika orang menjaga tali silaturahmi.SEBUAH PILIHAN
Hidup adalah pilihan, apapun bentuknya termasuk tidak memilih dari berbagai pilihan yang ada, namun yang jelas dan pasti, keberanian untuk mencoba dan melakukan lebih baik daripada tidak mencoba dan melakukannya, dan itulah yang kami lakukan ketika untuk mengadakan seminar, ketika dikatakan bahwa pilihan itu 'GILA", kami harus mengakuinya ya, itulah pilihan "GILA", dan satu hal yang tidak mungkin, ketika pilihan itu sudah dilaksanakan kita katakan 'MUNDUR" dan itulah sebuah resiko pilihan yang dilakukan. Kita tak pernah tahu apa yang terjadi kedepan, karena itu MUTLAK HAKNYA TUHAN, yang bisa kita lakukan adalah berpikir dan berprasangka positif, karena Tuhan mengikuti prasangka hamba - hamba - Nya. Pertanyaannya, kenapa KAMI PUNYA KEBERANIAN, PEMIKIRAN DAN PERSEPSI YANG SAMA TERHADAP SEBUAH PILIHAN????, mengadakan seminar, pada kenyataannya kita punya latar belakang yang berbeda dan baru kenal!!!!!!!, muncul pertanyaan lain, APAKAH INI SUATU KEBETULAN ????!!!!!, saya katakan bahwa ini bukan kebetulan. karena semua kejadian yang ada didunia ini '" SUDAH TETULIS DAN DITULISKAN OLEH YANG MAHA KUASA DI ARSNYA", pada sisi lain RASA, PEMIKIRAN,AKTUALISASI RASA DAN PIKIRAN MERUPAKAN ENERGI YANG BERUPA ETER YANG AKAN BERGABUNG DENGAN KOMUNITASNYA DAN ITU SUDAH HUKUM ALAM, DAN ITULAH KAMI.Kalau kami tidak stress dan bingung berarti tidak normal, rasa dan sikap kami mengalami hal itu dan itu adalah kewajaran, namun kami menyikapinya dengan rasa optimis, dengan berpedoman pada " TIADA BALAS KEBAIKAN SELAIN KEBAIKAN PULA " (QS,AR RAHMAN : 55 : 60 )HANYA KEYAKINAN ITU YANG KAMI PUNYA, KARENA APA YANG KAMI LAKUKAN ADALAH NILAI KEMANFAATAN UNTUK MANUSIA SEBAGAI APLIKASI DARI MAHLUK TUHAN YANG KESEMUANYA KEMBALI PADANYA.
Seminar, merupakan sebuah upaya untuk mengumpulkan orang banyak agar acara tersebut sukses, baik dari segi finansial, pencitraan atau keberlanjutan dari pelaksana seminar dan hal yang lainnya. Pilihan yang ada, merupakan keniscayaan, hasil tergantung pada YANG MAHA KUASA, namun KEMAUAN DAN KEMAMPUAN yang disertai dengan NIAT, CARA DAN TUJUAN ADALAH ENERGI YANG MEMBERI KEKUATAN PADA KAMI UNTUK MEMPERSATUKAN RASA, PIKIRAN, DAN KERJA.SUKSESNYA DALAM KEBERSAMAAN
Sukses tak pernah lahir dengan sendirinya, dia lahir karena ada kebersamaan dalam rasa, pikiran dan tindakan itulah yang menjadikan KAMI SEBAGAI"TEAM" SEHINGGA APA YANG KAMI HARAPKAN DAPAT TERWUJUD YANG TENTUNYA BERKAT RIDLO TUHAN YANG MAHA KUASA.Dan yang jelas kerja kami belum selesai karena masih banyak PR yang harus kami kerjakan, dan ini sebuah langkah yang pertama untuk mewujudkan langkah - langkah selanjutnya. SEMOGA SAJA YANG KAMI KERJAKAN MEMPUNYAI KEMANFAATAN BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA, AMIIIIIN.
FOR YOU ALL THE BEST.
KILAS BALIK PERJALAN KOMUNITAS BERKARIER DAN BERWIRAUSAHA
Modal yang di Cuekin
Dari banyak cerita yang didengar dari pengalaman orang yang telah menjalani membuka usaha, dimana endingnya pasti yang berbuah segar dan besar, namun yang berbuah tidak besar alias busuk bahkan pohonnyapun layu yang akhirnya tumbang alias mati tidak pernah ada khabar beritanya.
Dari semua pengalaman para pelaku tentunya dapat di urai dan didisimpulkan yang kemudian direncanakan untuk diri kita, jika kita ingin benar2 dan serius serta bertekad ingin punya usaha mandiri walaupun kita masih bekerja dengan istilah hidup di dua impian ( impian jadi direktur di tempat kerja dan impian jadi preskom di warung yang akan dijalankan).
Untuk menjadi preskom didunia usaha yangg akan dirintis, harus disadari dan di persiapakn mental yang lebih agar kita selalu optimis dalam menjalankannya. Ketika kita telah bersusah payah menjadi karyawan dan dengan penghematan yang dilakukan kita dengan tak sadar mempunyai aset yang mati, diam dan tidak bermanfaat seperti tabungan, rumah, mobil dan lainnya.
Jadi jika anda punya asset (jika dirupiahkan) 200 jt ( nilai rumah, mobil, tanah, tabungan) dari th 2005 .
apakah tahun 2009 ini udah menjadi 1.200jt?? atau minimal menjadi 600 jt???
Jika tidak ... !!! cechk..cehck... cehck... celaka...
Anda telah melakukan kesalahan besar....
Anda telah membiarkan 4 tahun berjalan tanpa karya dan kerja keras
Anda tidak pernah memanfaatkan dan mengoptimalkan 2 otak yang telah dikarunikan Tuhan di kepala anda.
Sadarkah..... bahwa anda telah salah dan ceroboh memanage asset anda...
Bukankah asset yang anda punyai sekarang ini adlah nikmat yang telah dikarunikan Tuhan?
Bukankah andah telah diberi nikmat sebelumnya sehingga bisa menjadi seorang supervisor, manager, insinyur, atau apalah namanya..? Sadarkah ....... anda adalah hasil produk pendidikan menenganh, perguruan tinggi atau sekolah keguruan yang cukup membuat anda masuk kalangan terbatas, komunitas terbatas dan anda adalah komunitas masyarakat berkarier, komonitas yg pantang menyerah, komunitas pekerja keras dan kreatif...bung!!!!!
Kita harusnya sadar, mobil, tabungan(dengan bunga bank yang minim), rumah atau tanah yang kita miliki, jika kita bisa mengatur dan mengembangkan dengan baik asset tersebut maka 5 tahun kedepan harusnya akan bisa menjadi 5 kali atau minimal 3 kali.
Apakah kita menyadari dan memikirkan hal ini???
Jika belum maka dapat disimpulkan: Anda tidak pernah mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan....?
Jika anda menganggap anda telah melakukan keteledoran, kebodohan dan ketidak berdayaan dan ingin memperbaiki masa lalu maka mulai sekarang langkah yang harus anda ambil adalah :
1. Data Asset barang yang anda miliki
2. Data asset potensi yang anda miliki ( Keterampilan (jika anda merasa terampil), kecerdasan ( jika anda merasa cerdas), skill, waktu, relasi dan keluarga )
3. Bicarakan dengan semua komponen yang anda miliki.
4. Buat rencana untuk meningkatkan asset anda dimulai dari bagaimana, kapan dan dimana?
5. Siapkan semua perangkat yg anda butuhkan
6. Jika anda kebingungan carilah referensi di toko buku, seminar, internet, dialog di radio, forum bisnis dan lainnya.
7. Anda juga belum mendapatkan kemantapan ?????
8. Mari kita bangun komonikasi dua arah , komunikasi dialogis dan komunikasi saling memberi dan menerima serta menebarkan empati ke sesama komunitas , untuk membantu agar semua persoalan untuk mencapai peningkatan kwalitas masyarakat komunitas guna menuju dan membangun kemajuan dan kemandirian daerah tercinta Bumi Nusantara dapat menemukan bentuknya dengan slogan " Tingkatkan dan pertajam jiwa enterpreneurship di masyarakat Nusantara ..."
Jangan Takut Memulai Bisnis dari Emperan Teras Sekalipun !!
- Saat itu apakah terpikir jika nanti setelah menikah ternyata kena di PHK....?
- Apakah terpikir nanti setelah 10 tahun menikah tidak mampu mempunyai rumah....?
- Apakah terlintas dalam pikiran anda bahwa nanti kalo ternyata tidak dikarunia anak....?
- Apakah sudah dibuat rencana jika ternyata nanti ( maaf) Istri/suami anda selingkuh...?
- Apakah terpikirkan nanti istri/suami dipanggil lebih dahulu disisiNya....?
- Karena anda punya calon pengantin,
- Punya Visi & Misi,
- Punya keyakinan
- Punya Keberanian mengeksekusi sesegera mungkin
- Punya modal seadanya ( cukup untuk bayar penghulu dan selamatan atau lainya )
- Punya ide / konsep
- Punya Visi & Misi,
- Punya keyakinan
- Punya Keberanian mengeksekusi sesegera mungkin
- Punya modal seadanya ( cukup untuk start awal / modal dasar sesuai dg kemampuan anda)
Jangan memikirkan menundanya....